cctv ku

Kamis, 25 September 2014


MENGENAL KEMBALI SOSOK SI MARIDI


Hal yang tidak bisa dilupakan dari Maridi adalah kumisnya yang gondrong  tak beraturan. Kulitnya yang hitam dengan wajahnya yang khas tampak sebagai orang desa.
Penampilannya dibawah sederhana tak punya gelagat neko-neko tapi pemikiranya dewasa dan tertawanyapun gak pernah ditahan langsung lantang suaranya menyebar kemana-mana. Maridi boleh disebut Seniman karena sikapnya yang cuek dan berpenampilan apa adanya namun dibalik itu yang patut kita acungkan jempol adalah mental teman satu ini gak pernah berputus asa dalam menyelesaikan bangku kuliahnya di seni rupa. Semua biaya mencari sendiri bahkan si Maridi ini dulunya sering mengamen. Yang menjadi khasnya Suaranya lantang bahkan gitarannyapun bak Iwan Fals dengan lagu-lagu rakyat.
Jerih Payah maupun Susah payah telah dilalui si Maridi tanpa banyak mengeluh bahkan sampai melancong ke Bali menjadi manusia Pantai yang alang melintang dengan dunia wanita bule. Namun Maridi bilang “ meski alang melintang di dunia pantai di Bali tapi aku gak pernah terlibat negatif.”kata Maridi sambil bersumpah.
Saat kuliah maupun sesudah kuliah rasanya teman kita ini gak pernah merasakan nikmatnya hidup karena semua dilalui penuh kesusahan ,namun rasa syukur terus dijalankan.
Namun perjalanan Maridi ternyata tidak sia-sia berawal dari kesusahan ini ada seorang wanita yang mau menerimanya dan mulailah Maridi berangkat dari hidup baru dengan diterimanya Maridi sebagai Guru Negri di Kalimantan. 
Dan sejak 2006 ternyata Maridi sudah pindah tugas di tempat tinggalnya. Kariernyapun terus melonjak karena maridi sekarang sebagai Abdi Negara dengan gelar Sarjana , Sertifikasi bukan lagi menjadi manusia pantai, Pengamen. Kehidupan Maridi sekarang sudah berobah semua hidupnya sudah terpenuhi namun tidak meninggalkan kesederhanaan sebagai orang yang pernah susah meski sekarang sudah naik AVANSA.
Untuk main kerumahnya gampang , tanya saja wisata AIR TERJUN TEMANTEN Ngrambe - Ngawi maka tak jauh dari situ tempat tinggal Maridi , apalagi tanya penduduk sekitar mata semua akan menjawabnya karena Maridi di desainya sebagai salah satu tokoh masyarakat penting, Oke kabar dari temanmu.


WISATA DI AIR TERJUN TEMANTEN

Perburuan mencari si Maridi ternyata sukses. Untuk mengisi pertemuanya sehubungan di tempat tinggal Maridi telah berdiri wisata baru yaitu air terjun temanten. Maka rame-rame ke tempat wisata. Ternyata teman kita juga sebagai pengelola sekaligus tokoh yang disegani di Desa Ngrambe – Ngawi ini.
Dari rumah Maridi ke air terjun kurang lebih 1 km terpaksa harus melalui jalan yang curam. Setelah parkir ternyata kita harus meneruni tangga yang lumayan jauh untuk sampai di lokasi wisata.Kami semua ternyata napasnya ngos-ngosan namun akhirnya nyampai juga di lokasi. Bersama Maridi kamipun kumpul-kumpul untuk berfoto ria. Dilokasi kami semua berekpresi  melepaskan semua masalah dengan 

berfoto ria , bertukar cerita dengan sobat kita Maridi.

Lihat foto-foto narsis teman-teman kita :




















MEMBURU KEBERADAAN MARIDI KUSMIANTO
Kita harus berterima kasih sekali untuk sobat kita Akir dan Wikansari, Dua orang inilah getol sekali mengumpulkan teman-teman alumnus Diploma 3 Seni Rupa. Hal ini terbukti Dua kali Reuni telah berlalu dan sukses meski beberapa teman yang telah diundang gak datang, Mudah-mudahan alumnus yang gak datang ini benar-benar lagi repot bukan sok merasa orang gede alias gak mau lagi kumpul sama orang-orang swasta. 
Untuk menginjak Reuni ke tiga th 2014 ini rupanya si Akir mempunyai beberapa target memburu teman- teman yang hilang dari kabarnya. Seperti Maridi yang tinggal di Ngawi, Bambang Bimantoko yang tinggal di Kebumen,Heru yang tinggal di Sragen dan beberapa temen yang belum kelacak seperti Yanik,Setioso,Is Basuki atau beberapa nama yang aku lupa.
Minggu , 21 September 2014 beberapa teman akhirnya bisa dikumpulkan untuk berangkat bareng-bareng memburu si Maridi yang tinggal di Ngawi. Seperti biasanya semua aksi relawan ini dipelopori Akir dan si Wikansari.
Beberapa teman yang ikut Si Sukadi,Purwanto,Joko Prasetyo dan aku sendiri. Sayang pak Wanto dan Kun gak bisa ikut. Sebagai pemandu jalan Pak JokoPras karena Joko pernah kerumah Maridi dua kali. Jam 09.00 pagi semua relawan reuni ini kumpul di rumah pak Tofek. Dengan Mobil plus pengemudinya pak Wikan akhirnya kamipun berangkat menuju keberadaan asal Maridi di Desa Ngrambe-Ngawi-Jawa Timur. Melalui Bekonang , Karang anyar dan rute rute di desa serta alas alas karet perjalanan terasa mengasyikkan seperti bak wisata.
Alhamdulillah melalui perjalanan 4 jam dengan nyantai jam 12.00 tepat adan dhuhur kami dah tiba di desa Ngrambe. Namun kami menghentikannya untuk sholat dulu dan sarapan nyoto. Untuk menuju rumah Maridi memang harus melalui jalanan yang nanjak karena posisinya memang di kaki gunung Lawu.
Untuk memburu memang ada beberapa hambatan seperti harus Tanya sana sini karena maklum udah puluhan tahun gak ketemuan.
Sampailah di ujung kesuksesan, Tuhan ternyata merestui .sebuah rumah model tiang spanyol yang berdiri megah sempat menghentikan kami untuk bertanya. Dan Subhanallah ternyata disitulah kami dipertemukan Maridi yang kabarnya telah menghilang karena tugas diKalimantan sebagai Guru . Diluar dugaan ternyata si Maridi sudah pindah tugas dan sekarang mengajar di salah satu sekolah Negri di Ngawi bahkan jabatan Maridi sebagai Wakil Kepala sekolah bagian Humas.
Kamipun saling berjabat tangan bahkan berpelukan sebagai bentuk bahwa semua alumnus adalah saudara.