cctv ku
Sabtu, 31 Agustus 2013
APAPUN KITA BERBAHAGIALAH
18 hal yang perlu di ingat
1.Kita adalah Makhluk Tuhan yang di
berikan kemampuan memahami apa yang akan
dan telah kita kerjakan .
2. Jika kita punya masalah, tidak
harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/
ada jalan keluarnya.
Kamis, 29 Agustus 2013
PARA ALUMNUS YANG MENEKUNI DUNIA LUKIS ANAK
Sewaktu kita kuliah sepertinya kita tidak pernah menyentuh dunia seni rupa khususnya anak-anak bahkan bisa dibilang masa bodoh dengan dunia seni rupa anak-anak. Namun setelah lulus kuliah dan kita terjun di masyarakat pada perkembangannya kita semua mencari jati diri tentang profesionalis terhadap suatu pekerjaan. Ada yang lepas dan jauh dari ilmu yang didapat dari kuliah seperti teman kita yang telah menjadi bakul burung , memproduksi makanan,membuka warung dan ada yang buka bengkel bahkan tukang rias temanten. Kita tidak harus menyesal bila tidak jadi pegawai negeri seperti beberapa teman kita, yang jelas ilmu kuliah itu juga andil membekali kita menjadi seorang kreatif dalam menekuni pekerjaan termasuk juga membentuk diri kita berpikir dewasa. Terbukti teman kita ada yang sukses jadi pengusaha batik atau pengusaha yang lain, sangatlah beruntung jika pekerjaan kita masih berhubungan dengan ilmu kita kuliah yaitu seni rupa meski tidak harus menjadi pegawai negeri. Beberapa teman kita ada yang tetap awet jadi disainer tekstil , disainer grafis, pengusaha sablon dan guru menggambar. Ternyata kenyataannya beberapa teman yang telah melanglang jauh dengan berbagai dunia pekerjaan akhirnya kembali ke pekerjaan yang sangat berhubungan dengan dunia seni rupa dan uniknya justru berhubungan dengan anak kecil dan anehnya ternyata menjadi guru menggambar buat anak-anak menjadi sebuah pekerjaan yang menjanjikan.
Seperti apa yang dilakukan beberapa teman kita yang jadi guru menggambar buat anak kecil seusia play group dan taman kanak-kanak atau sekolah dasar, salah satunya Teman kita pak Taufik untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya akhirnya membuka sanggar lukis anak-anak yang ada di Jl.Joko Tingkir 13 Makamhaji , Solo bahkan sudah menjalani hampir 10 tahun. Namanya Sanggar lukis anak BOBBO, yang sangat membanggakan berbagai media telah meliputnya dan bagi
dunia anak nama sanggar Bobbo sudah banyak yang mengenalnya. Lihat saja dalam foto Pak Taufik yang sudah botak lagi mengajarkan cara mewarnai.
Pengalaman yang membanggakan dari teman alumnus kita ini pernah demo melukis dan ditunggu Bapak Bupati Sukoharjo yang saat itu Bupatinya pakBambang Riyanto. Pak Taufik membuka acara lomba menggambar di Kabupaten Sukoharjo dengan demo melukis.
Kemudian pak Akir yang sampai saat ini kembali menjadi guru seni di sebuah sekolah dasar diDelanggu,selain guru pak Akir aktif membuat even lomba menggambar anak termasuk menjadi jurinya dan sering bersama-sama pak Taufik menjadi juri lomba lukis anak bahkan rencananya akan mengadakan workshop tentang mewarnai bagi guru Taman kanak-kanak.
Teman kita yang lain seperti mbak Putri dan Mas Panji , kedua teman kita ini menekuni jadi guru menggambar buat anak-anak di sekolah bernama Kalam Kudus. Mas Panji mengakui menjadi guru menggambar anak ternyata hasilnya menjajikan apalagi bila banyak yang les private.
Yang sangat kita sesali mengapa sewaktu kuliah kita tidak menekuni dunia seni rupa anak saja, andaikan saat itu sudah terjun maka ada pekerjaan sambilan yang lumayan bisa membantu untuk bayar kuliah.
Bekal agar bisa menjadi guru menggambar anak, kata teman-teman kita yang telah menekuni bisa gampang –gampang susah karena yang pasti pertama kali kita harus suka dengan anak kecil bahkan harus bisa menjadi temannya. Kemudian mempunyai konsep sendiri tentang bagaimana caranya agar anak- anak mudah menggambar.Konsep ini tidak bisa dicari ilmunya tetapi yang jelas konsep seni rupa tak bisa dilepaskan dalam membekali untuk menjadi guru menggambar anak-anak meskipun hanya sekedar lukisan anak-anak. Mau menerjuni sebagai guru menggambar anak ? cobalah banyak mengikuti lomba lukis anak. Disitulah ilmu-ilmu tentang seni rupa anak akan kita dapatkan.
Penulis alumnus yang juga guru menggambar anak-anak.
CERITA AMPIRAN DARI ALUMNUS KITA
“Pokoknya anakku jangan sampai kuliah seni rupa nanti bisa seperti Bapaknya gak jadi Pegawai Negeri.” Begitulah ucapan yang pernah kudengar dari seorang istri dari teman alumnus kita. Ucapan itu sungguh sangat mengagetkanku alias sangat menyinggungku sebagai salah satu seorang alumnus seni rupa, kemudian aku balik bertanya ?” Emangnya Bapaknya mengapa bu ?”
“ Habis bapaknya gak jadi Pegawai negeri malah hanya jadi buruh pabrik dengan gaji pas-pasan.”Spontan akupun menjawabnya “Masya Allah…. Seharusnya Ibu bersyukur ,bukankah suami Bapak sudah bisa beli rumah yang sekarang bisa ditempati dari hasil ilmu seni rupa karena menjadi disainer tekstil. Ini sudah ampuh ! dan luar biasa!”Istri teman alumnus kita ini masih saja senyum sinis seakan memandang sekolah seni rupa itu sebagai sekolah sial.
Akupun sekarang balik berbicara “ Kalau aku justru bangga anakku bisa kuliah seni rupa dan aku ingin buktikan bahwa lulusan sekolah seni rupa juga bisa sukses,justru menurutku lapangan pekerjaannya lebih banyak karena umumnya anak seni rupa itu sudah terdidik kreatif. Kalau lulusan seni rupa enggak bisa bekerja menurutku gebangetan.” Kataku sedikit kesal.
Memang Banyak orang di Indonesia ini masih saja berasumsi kalau lulus kuliah itu pasti jadi Pegawai Negeri sehingga akhirnya bila lulus sarjana gak jadi pegawai negeri rasanya sangat menyesal sekali kemudian menyalahkan nasib.
Dari kejadian ini saya mengingatkan lagi buat teman-teman alumnus Marilah kita sebagai alumnus seni rupa harus belajar bisa berpikir dewasa apalagi buat anak-anak kita, seandainya anak kita bakat melukis, bakat menggambar ,bakat mendisain mengapa harus takut sekolah di Seni Rupa. Masa depan itu sangat flexible bagi anak-anak kita . Sekolah Seni Rupa tidak meski dan bakal jadi pelukis dengan masa depan yang suram.Bisa saja lulusan seni rupa menjadi pengusaha,politikus, penulis atau artis . Kenyataan yang Bisa kita lihat ……banyak juga artis yang lulusan seni rupa sekarang bisa kaya tak kalah dengan Insinyur atau Dokter. Lihat saja….Dik Doang… Cornelis Ogatha…..atau animator cewek yang terkenal coretan kartunnya dan dikontrak di Jerman.
“ Terus rencana anaknya mau kuliah jurusan apa?” Tanyaku pada temanku sesama alumnus.” Maunya sih ilmu eksak…..tapi kayaknya anakku enggak mampu ,matematikanya juga kurang menguasai , namun talenta bakat gambarnya bagus banget mungkin ada gen dari aku. Sayang istriku enggak setuju kuliah seni rupa.”
“Kalau ini menurutku sebaiknya biarlah anak memilih sendiri jurusan kuliah yang disukai, saya yakin dengan kuliah yang dia senangi apalagi cocok dengan dunianya maka saya yakin anak kamu bisa berprestasi. Buktikan…… saja !”
Temanku mengangguk namun sang istrinya tetep saja sinis tidak bisa meninggalkan prasangka yang buruk terhadap jurusan Seni Rupa. “Pokoknya anak kita jangan kuliah di Seni Rupa.” Sahut istri temanku sambil berbalik badan.
Aku hanya diam membisu…… Kopi yang disuguhkan dimejaku langsung kusruput. Dalam hatiku aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau anak kuliah dengan jurusan yang sangat tidak disukai lagian apa bisa dipastikan jika lulus nanti pasti peluang jadi pegawai Negeri. Aku masih saja tertunduk , dalam benakku aku menjadi teringat anakku yang sebentar lagi lulus FKIP – S1 seni Rupa UNS. Malah Cita-citanya sederhana hanya ingin jadi Guru MenggambarTaman Kanak –kanak. Biarlah ! terserah kamu nak ! Aku tidak takut masa depanmu karena aku yakin Tuhan pasti akan menghendaki yang terbaik. Aku menjadi sadar ternyata hari sudah malam akhirnya aku pamit.
Nur Taufiq
DONASI
BRI CABANG GOMBANG SAWIT BOYOLALI
NOMOR REKENING
6664-01-005743-53-0
BAGI YANG INGIN DONATUR BUAT TAHUN BERIKUTNYA
Rabu, 28 Agustus 2013
Selasa, 27 Agustus 2013
MAKNA TEMU KANGEN BAGIKU
Alhamdulillah ternyata untuk kedua kalinya kita bisa bertemu dalam acara Temu Kangen Alumni D3 Seni Rupa UNS diUmbul Tirto, Sawit- Boyolali ( 25 Agustus 2013 ) meski kenyataannya teman-teman kita belum bisa komplit namun untuk kedua ini saya anggap merupakan sebuah prestasi yang bagus karena ada peningkatan jumlah teman yang datang dibandingkan Temu Kangen yang pertamakali yang diadakan di Janti. Sungguh saya acungkan jempol untuk teman kita yang gigih dan ikhlas seperti mas Akir dan mas Koen bersedia meluangkan waktunya untuk memburu keberadaan teman-teman yang sudah sekian lamanya berpisah. Ternyata usaha ini tidak sia-sia karena kenyataannya alamat demi alamat bisa dilacak.
Meski kadang terasa berat karena acara tempat temu kangen yang lumayan jauh dari kota namun teman-teman pun kenyatannya sanggup datang dengan senang apalagi justru dengan keluarganya. Semua ini membuktikan keberadaan acara Temu kangen ini sangat dibutuhkan dengan didasari tumbuhnya kembali rasa kangen sebagaimana banyaknya kenangan selama kuliah tiga tahun. Harapan kita semua acara Temu Kangen ini bisa bermanfaat bagi kita semua bukan menjadi acara hura-hura atau ajang pamer tetapi menjadi acara saling membantu antar alumnus demi untuk kemajuan bersama . Sebagaimana saran teman kita Budi Prasetyo yang mengatakan:
“Marilah acara Temu Kangen ini bisa untuk saling melihat diantara teman-teman yang masih lemah. Teman yang telah sukses bisa mempunyai rasa peduli untuk membantu teman kita yang lemah agar bisa meningkatkan taraf hidupnya. “
Dari Temu Kangen ini kita bisa banyak belajar dari teman bahkan bisa menjadi intropeksi adakah kekurangan kita selama ini atau adakah rasa bersyukur dengan kelebihan materi kita. Kalau kita resapi saran mas Irfan”Masya Allah…..saya menjadi terenyuh saya tidak bisa membayangkan ujian mas Irfan yang sangat besar dibandingkan kita yang tidak seberapa,demikian juga mas Sugeng .Teman-teman kita ini dititipi Allah anak yang perlu ekstra perhatian. Bagaimana saran mas Irfan yang sangat menyentuh :
“ Teman-teman harus banyak bersyukur karena telah mempunyai anak yang sempurna, gunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya untuk mendidik anak agar bisa menjadi anak yang Sholeh dan Sholekhah. Teman-teman bisa melihat anak saya yang serba kekurangan tapi semua ini kehendak Allah yang harus saya terima dengan ikhlas dan sabar.”
“Terima kasih mas Irfan “ ucapku dalam hati karena saya terus ingat anak-anak saya yang lucu-lucu ,saya harus bersyukur karena saran mas irfan ini sangat membantu meningkatkan Imanku.Alhamdulillah acara Temu kangen ini akhirnya bisa bermanfaat bagiku ,semoga bermanfaat juga bagi teman-teman.
Selamat berjumpa di Temu Kangen tahun mendatang 2014.
Nur Taufiq,
Minggu, 25 Agustus 2013
Langganan:
Postingan (Atom)



