cctv ku

Kamis, 29 Agustus 2013


CERITA AMPIRAN DARI ALUMNUS KITA


Pokoknya anakku jangan sampai kuliah seni rupa nanti bisa seperti Bapaknya gak jadi Pegawai Negeri.” Begitulah ucapan yang pernah kudengar dari seorang istri dari teman alumnus kita. Ucapan itu sungguh sangat mengagetkanku alias sangat menyinggungku sebagai salah satu seorang alumnus seni rupa, kemudian aku balik bertanya ?” Emangnya Bapaknya mengapa bu ?”
Habis bapaknya gak jadi Pegawai negeri malah hanya jadi buruh pabrik dengan gaji pas-pasan.”Spontan akupun menjawabnya “Masya Allah…. Seharusnya Ibu bersyukur ,bukankah suami Bapak sudah bisa beli rumah yang sekarang bisa ditempati dari hasil ilmu seni rupa karena menjadi disainer tekstil. Ini sudah ampuh ! dan luar biasa!”Istri teman alumnus kita ini masih saja senyum sinis seakan memandang sekolah seni rupa itu sebagai sekolah sial.
Akupun sekarang balik berbicara “ Kalau aku justru bangga anakku bisa kuliah seni rupa dan aku ingin buktikan bahwa lulusan sekolah seni rupa juga bisa sukses,justru menurutku lapangan pekerjaannya lebih banyak karena umumnya anak seni rupa itu sudah terdidik kreatif. Kalau lulusan seni rupa enggak bisa bekerja menurutku gebangetan.”  Kataku sedikit kesal.
Memang Banyak orang di Indonesia ini masih saja berasumsi kalau lulus kuliah itu pasti jadi Pegawai Negeri sehingga akhirnya bila lulus sarjana gak jadi pegawai negeri  rasanya sangat menyesal sekali kemudian menyalahkan nasib.
Dari kejadian ini saya mengingatkan lagi buat teman-teman alumnus Marilah kita sebagai alumnus seni rupa harus belajar bisa berpikir dewasa apalagi buat anak-anak kita, seandainya anak kita bakat melukis, bakat menggambar ,bakat mendisain mengapa harus takut sekolah di Seni Rupa. Masa depan itu sangat flexible bagi anak-anak kita . Sekolah Seni Rupa tidak meski dan bakal jadi pelukis dengan masa depan yang suram.Bisa saja lulusan seni rupa menjadi pengusaha,politikus, penulis atau artis . Kenyataan yang Bisa kita lihat ……banyak juga artis yang lulusan seni rupa sekarang bisa kaya  tak kalah dengan Insinyur atau Dokter. Lihat saja….Dik Doang… Cornelis Ogatha…..atau animator cewek yang terkenal coretan kartunnya dan dikontrak di Jerman.
Terus rencana anaknya mau kuliah jurusan apa?” Tanyaku pada temanku sesama alumnus.” Maunya sih ilmu eksak…..tapi kayaknya anakku enggak mampu ,matematikanya juga kurang menguasai , namun talenta  bakat gambarnya bagus banget mungkin ada gen dari aku. Sayang istriku enggak setuju kuliah seni rupa.”
Kalau ini menurutku sebaiknya biarlah anak memilih sendiri jurusan kuliah yang disukai, saya yakin dengan kuliah yang dia senangi apalagi cocok dengan dunianya maka saya yakin anak kamu bisa berprestasi. Buktikan…… saja !”
Temanku mengangguk namun sang istrinya tetep saja sinis tidak bisa meninggalkan prasangka yang buruk terhadap jurusan Seni Rupa. “Pokoknya anak kita jangan kuliah di Seni Rupa.” Sahut istri temanku sambil berbalik badan.
Aku hanya diam membisu…… Kopi yang disuguhkan dimejaku langsung kusruput. Dalam hatiku aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau anak kuliah dengan jurusan yang sangat tidak disukai lagian apa bisa dipastikan jika lulus nanti pasti peluang jadi pegawai Negeri. Aku masih saja  tertunduk , dalam benakku aku menjadi teringat anakku yang sebentar lagi lulus FKIP – S1 seni Rupa UNS. Malah Cita-citanya sederhana hanya ingin jadi Guru MenggambarTaman Kanak –kanak.  Biarlah ! terserah kamu nak ! Aku tidak takut masa depanmu karena aku yakin Tuhan pasti akan menghendaki yang terbaik. Aku menjadi sadar ternyata hari sudah malam akhirnya aku pamit. 

Nur Taufiq

2 komentar:

  1. saya setuju seniman berprestasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenani.... ada yang takut sama seni rupa , padahal jurusan
      seni rupa banyak yang buang alias siswanya mludag pol khususnya FKIP UNS.

      Hapus