PARA ALUMNUS YANG MENEKUNI DUNIA LUKIS ANAK
Sewaktu kita kuliah sepertinya kita tidak pernah menyentuh dunia seni rupa khususnya anak-anak bahkan bisa dibilang masa bodoh dengan dunia seni rupa anak-anak. Namun setelah lulus kuliah dan kita terjun di masyarakat pada perkembangannya kita semua mencari jati diri tentang profesionalis terhadap suatu pekerjaan. Ada yang lepas dan jauh dari ilmu yang didapat dari kuliah seperti teman kita yang telah menjadi bakul burung , memproduksi makanan,membuka warung dan ada yang buka bengkel bahkan tukang rias temanten. Kita tidak harus menyesal bila tidak jadi pegawai negeri seperti beberapa teman kita, yang jelas ilmu kuliah itu juga andil membekali kita menjadi seorang kreatif dalam menekuni pekerjaan termasuk juga membentuk diri kita berpikir dewasa. Terbukti teman kita ada yang sukses jadi pengusaha batik atau pengusaha yang lain, sangatlah beruntung jika pekerjaan kita masih berhubungan dengan ilmu kita kuliah yaitu seni rupa meski tidak harus menjadi pegawai negeri. Beberapa teman kita ada yang tetap awet jadi disainer tekstil , disainer grafis, pengusaha sablon dan guru menggambar. Ternyata kenyataannya beberapa teman yang telah melanglang jauh dengan berbagai dunia pekerjaan akhirnya kembali ke pekerjaan yang sangat berhubungan dengan dunia seni rupa dan uniknya justru berhubungan dengan anak kecil dan anehnya ternyata menjadi guru menggambar buat anak-anak menjadi sebuah pekerjaan yang menjanjikan.
Seperti apa yang dilakukan beberapa teman kita yang jadi guru menggambar buat anak kecil seusia play group dan taman kanak-kanak atau sekolah dasar, salah satunya Teman kita pak Taufik untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya akhirnya membuka sanggar lukis anak-anak yang ada di Jl.Joko Tingkir 13 Makamhaji , Solo bahkan sudah menjalani hampir 10 tahun. Namanya Sanggar lukis anak BOBBO, yang sangat membanggakan berbagai media telah meliputnya dan bagi
dunia anak nama sanggar Bobbo sudah banyak yang mengenalnya. Lihat saja dalam foto Pak Taufik yang sudah botak lagi mengajarkan cara mewarnai.
Pengalaman yang membanggakan dari teman alumnus kita ini pernah demo melukis dan ditunggu Bapak Bupati Sukoharjo yang saat itu Bupatinya pakBambang Riyanto. Pak Taufik membuka acara lomba menggambar di Kabupaten Sukoharjo dengan demo melukis.
Kemudian pak Akir yang sampai saat ini kembali menjadi guru seni di sebuah sekolah dasar diDelanggu,selain guru pak Akir aktif membuat even lomba menggambar anak termasuk menjadi jurinya dan sering bersama-sama pak Taufik menjadi juri lomba lukis anak bahkan rencananya akan mengadakan workshop tentang mewarnai bagi guru Taman kanak-kanak.
Teman kita yang lain seperti mbak Putri dan Mas Panji , kedua teman kita ini menekuni jadi guru menggambar buat anak-anak di sekolah bernama Kalam Kudus. Mas Panji mengakui menjadi guru menggambar anak ternyata hasilnya menjajikan apalagi bila banyak yang les private.
Yang sangat kita sesali mengapa sewaktu kuliah kita tidak menekuni dunia seni rupa anak saja, andaikan saat itu sudah terjun maka ada pekerjaan sambilan yang lumayan bisa membantu untuk bayar kuliah.
Bekal agar bisa menjadi guru menggambar anak, kata teman-teman kita yang telah menekuni bisa gampang –gampang susah karena yang pasti pertama kali kita harus suka dengan anak kecil bahkan harus bisa menjadi temannya. Kemudian mempunyai konsep sendiri tentang bagaimana caranya agar anak- anak mudah menggambar.Konsep ini tidak bisa dicari ilmunya tetapi yang jelas konsep seni rupa tak bisa dilepaskan dalam membekali untuk menjadi guru menggambar anak-anak meskipun hanya sekedar lukisan anak-anak. Mau menerjuni sebagai guru menggambar anak ? cobalah banyak mengikuti lomba lukis anak. Disitulah ilmu-ilmu tentang seni rupa anak akan kita dapatkan.
Penulis alumnus yang juga guru menggambar anak-anak.


mz panji mbak putri masih saja seperti yang dulu
BalasHapustetep mesra wae bos
Hapus